Review Film Ninja Scroll. Film Ninja Scroll yang dirilis pada 1993 tetap menjadi salah satu karya anime paling ikonik dan berpengaruh dalam genre jidaigeki serta aksi dewasa hingga hari ini. Disutradarai oleh Yoshiaki Kawajiri, film ini mengikuti kisah Jubei Kibagami, seorang ronin pengembara yang terlibat dalam konflik besar antara klan ninja dan pemerintah feodal. Dengan durasi sekitar 94 menit, film ini menyajikan campuran pertarungan pedang brutal, elemen supernatural, dan tema balas dendam yang kental, membuatnya jadi referensi utama bagi banyak penggemar ninja di seluruh dunia. BERITA TERKINI
Plot dan Atmosfer Feodal yang Gelap: Review Film Ninja Scroll
Cerita Ninja Scroll berlatar Jepang era Edo, di mana delapan naga—sebuah kelompok ninja legendaris—mencuri gulungan emas rahasia yang bisa mengubah keseimbangan kekuasaan. Gulungan itu dibawa oleh Kagero, seorang kunoichi dari klan yang bertugas melindunginya. Saat klan ninja musuh menyerang, Kagero bertemu Jubei, ronin yang kehilangan keluarganya karena pengkhianatan. Jubei, yang awalnya hanya ingin hidup tenang, terpaksa ikut campur karena ikatan masa lalu dan rasa tanggung jawab. Plotnya cepat dan penuh twist, dengan setiap karakter punya motivasi kuat—dari balas dendam hingga ambisi kekuasaan. Atmosfernya gelap dan brutal, dengan hujan deras serta malam yang mencekam, menciptakan nuansa noir yang jarang ditemui di anime pada masanya.
Aksi dan Desain Karakter yang Legendaris: Review Film Ninja Scroll
Kekuatan utama Ninja Scroll ada pada adegan pertarungan yang sangat detail dan berdarah-darah. Kawajiri menyutradarai setiap duel dengan koreografi pedang yang presisi, menggabungkan teknik ninjutsu klasik seperti shuriken, kawat baja, dan ilusi dengan elemen supernatural seperti tubuh yang meledak atau serangan api. Karakter antagonis seperti Gemma, pemimpin delapan naga yang bisa beregenerasi, menjadi salah satu villain paling memorable dengan desain tubuh besar dan kekuatan mengerikan. Kagero sendiri adalah salah satu female lead paling kuat di anime 90-an, dengan kemampuan bertarung setara pria dan backstory tragis. Animasi dari studio Madhouse pada masa itu sudah sangat halus, dengan gerakan cair dan efek darah yang realistis, membuat setiap adegan terasa intens.
Tema Dewasa dan Pengaruh Jangka Panjang
Film ini tidak segan menampilkan kekerasan eksplisit, nudity, dan tema seksual dewasa, yang membuatnya masuk kategori anime R-rated dan tidak cocok untuk anak-anak. Namun, justru elemen itu yang memberi kedalaman: balas dendam Jubei bukan sekadar motif, melainkan beban psikologis yang terus menghantuinya. Kagero juga punya konflik internal antara tugas dan perasaan pribadi. Pengaruh Ninja Scroll sangat besar—menginspirasi banyak game, manga, dan film live-action ninja modern. Hingga 2026, film ini masih sering muncul di daftar “best anime of all time” karena kombinasi aksi superior, visual timeless, dan cerita yang tidak bertele-tele.
Kesimpulan
Ninja Scroll adalah masterpiece aksi anime yang membuktikan bahwa cerita sederhana bisa jadi luar biasa jika dieksekusi dengan sempurna. Dengan pertarungan brutal, karakter kuat, dan atmosfer feodal yang mencekam, film ini tetap relevan sebagai tolok ukur genre ninja dewasa. Bagi penggemar aksi tanpa kompromi, ia menawarkan pengalaman intens yang sulit dilupakan. Meski sudah berusia lebih dari tiga dekade, kekuatannya dalam desain visual, koreografi, dan narasi tetap membuatnya layak ditonton ulang kapan saja—sebuah klasik yang tak lekang waktu.

