Review Film Exhuma: Horor Korea Terbaik 2025? Exhuma (judul internasional: Exhuma) yang tayang sejak Februari 2024 tetap menjadi salah satu film horor Korea paling sukses dan dibicarakan hingga awal 2026. Karya Jang Jae-hyun ini berhasil menarik lebih dari 11,9 juta penonton di Korea Selatan dan meraup sekitar US$98 juta secara global—menjadikannya film horor Korea terlaris sepanjang masa. Dibintangi Choi Min-sik sebagai Geum-hwa (dukun terkenal), Kim Go-eun sebagai Hwa-rim (medium muda), Lee Do-hyun sebagai Bong-gil (asisten), dan Yuh Jung Youn sebagai Soon-deok (nenek misterius), film berdurasi 134 menit dengan rating 15+ ini mendapat rating Rotten Tomatoes 84% dari kritikus dan 88% dari penonton. Dengan campuran horor tradisional Korea, misteri supernatural, dan elemen thriller, Exhuma sering disebut sebagai horor Korea terbaik tahun 2025. Pertanyaannya: apakah film ini benar-benar layak menyandang gelar tersebut, atau hanya sukses karena faktor komersial semata? INFO CASINO
Atmosfer dan Ketegangan yang Sangat Kuat di Film Exhuma
Jang Jae-hyun berhasil membangun atmosfer horor yang sangat mencekam dengan cara lambat tapi pasti. Cerita dimulai dari kasus sederhana: sebuah keluarga kaya meminta para dukun menggali kuburan leluhur yang dianggap membawa sial. Namun, saat peti dibuka, teror baru muncul—sebuah mayat yang “tidak biasa” dan kekuatan jahat yang mulai menyebar. Film ini memanfaatkan elemen horor tradisional Korea seperti gwishin (hantu), kutukan leluhur, dan ritual shaman dengan sangat baik. Penggunaan suara ambient—desis angin, langkah kaki di tanah basah, dan bisikan mantra—membuat penonton terus merinding. Adegan di malam hari di desa terpencil terasa sangat claustrophobic, dengan kabut tebal dan cahaya bulan yang minim. Musik dan score karya Kim Hae-won memperkuat rasa takut yang menumpuk perlahan hingga meledak di babak akhir.
Performa Choi Min-sik dan Kim Go-eun: Review Film Exhuma: Horor Korea Terbaik 2025?
Choi Min-sik sebagai Geum-hwa memberikan penampilan yang sangat kuat dan karismatik—ia berhasil membawa karakter dukun tua yang bijak tapi penuh rahasia dengan ekspresi wajah yang sangat ekspresif. Saat ia melakukan ritual dan menghadapi kekuatan jahat, intensitasnya terasa sangat nyata dan menyeramkan. Kim Go-eun sebagai Hwa-rim juga tampil luar biasa—karakternya lebih muda dan modern, tapi tetap punya rasa takut dan keraguan yang membuat penonton ikut merasakan ketegangannya. Chemistry antara keduanya terasa sangat alami—seperti mentor dan murid yang saling melengkapi. Lee Do-hyun sebagai Bong-gil menambah humor ringan di awal yang perlahan berubah jadi rasa takut yang dalam. Secara keseluruhan, performa cast jadi salah satu kekuatan terbesar film ini.
Kelemahan Pacing dan Perbandingan dengan Film Horor Korea Lain: Review Film Exhuma: Horor Korea Terbaik 2025?
Meski atmosfer dan performa sangat kuat, film ini punya kelemahan di babak tengah yang terasa agak lambat. Setelah pembukaan yang intens, beberapa adegan investigasi dan ritual terasa bertele-tele sebelum klimaks besar. Bagi penonton yang mencari horor cepat dan banyak jumpscare, bagian tengah bisa terasa kurang greget. Dibandingkan film horor Korea lain seperti The Wailing (yang lebih misterius dan lambat) atau Train to Busan (yang lebih action-oriented), Exhuma terasa seperti perpaduan keduanya—lebih lambat dan atmosferik seperti The Wailing, tapi punya aksi yang lebih intens di akhir. Ada juga kritik bahwa beberapa twist terasa predictable bagi penggemar horor lama, meski tetap efektif bagi penonton umum.
Respon Penonton dan Dampak
Penonton Indonesia menyambut sangat antusias—film ini laris di bioskop-bioskop besar, dengan banyak sesi malam yang penuh dan penonton yang keluar bioskop sambil berteriak atau saling cerita pengalaman. Box office domestik melewati 9 juta penonton, sementara global US$140 juta menunjukkan sukses komersial yang luar biasa untuk horor Korea. Di media sosial, klip adegan ritual dan momen paling mencekam jadi viral meski banyak yang beri trigger warning. Film ini juga berhasil membuka diskusi besar soal mitologi Korea, trauma kolektif, dan bagaimana horor lokal bisa bersaing dengan Hollywood. Banyak yang bilang ini bukti bahwa horor Korea tidak lagi hanya mengandalkan jumpscare, tapi mulai punya kedalaman narasi dan visual yang layak diperhitungkan di level dunia.
Kesimpulan
Exhuma adalah horor Korea yang berhasil naik level secara signifikan dan layak disebut salah satu yang terbaik tahun 2025. Atmosfer mencekam, performa Choi Min-sik dan Kim Go-eun yang kuat, serta misteri supernatural yang sangat Korea membuat film ini layak ditonton meski sangat tidak nyaman. Meski pacing tengah agak lambat dan beberapa twist terasa predictable, film ini tetap jadi tontonan yang sangat menegangkan dan emosional. Worth it? Ya—terutama kalau kamu penggemar horor psikologis dan sudah menonton The Wailing atau Train to Busan. Kalau suka horor Korea seperti The Medium atau Incantation, ini wajib. Nonton kalau belum—siapkan mata dan jantung, karena teror Korea kembali dengan cara yang lebih dalam dan lebih gelap. Film ini membuktikan bahwa horor Korea bisa terus berkembang—dan kali ini terasa lebih sadis serta lebih menyentuh. Layak dapat tempat spesial di daftar tontonan horor 2025–2026.

