Review Film Deadpool & Wolverine: Multiverse Kocak Maksimal. Deadpool & Wolverine yang tayang sejak Juli 2024 tetap jadi salah satu film paling ramai dibicarakan hingga awal 2026. Film ketiga Deadpool ini sekaligus menjadi film pertama MCU yang resmi menyatukan Wade Wilson (Ryan Reynolds) dengan Logan/Wolverine (Hugh Jackman) dalam satu cerita. Disutradarai Shawn Levy, film berdurasi 128 menit ini berhasil memecahkan rekor box office dengan pendapatan global lebih dari US$1,33 miliar hingga Januari 2026—menjadikannya film R-rated terlaris sepanjang masa dan salah satu film superhero paling sukses di era pasca-Endgame. Rating Rotten Tomatoes mencapai 78% dari kritikus dan 94% dari penonton, dengan CinemaScore A. Multiverse yang kacau, humor meta maksimal, dan chemistry Reynolds-Jackman jadi alasan utama kenapa film ini terasa begitu kocak dan menghibur. ULAS FILM
Humor Meta dan Cameo yang Melimpah di Film Deadpool & Wolverine: Review Film Deadpool & Wolverine: Multiverse Kocak Maksimal
Deadpool & Wolverine benar-benar memanfaatkan multiverse dengan cara paling liar dan lucu. Ryan Reynolds kembali menghancurkan dinding keempat sepanjang film—mengolok-olok MCU, Disney, Fox, bahkan dirinya sendiri sebagai Deadpool. Ada ratusan referensi dan lelucon internal yang bikin penggemar lama tertawa terbahak-bahak, sementara penonton biasa tetap bisa menikmati karena humornya tidak terlalu bergantung pada pengetahuan mendalam. Cameo dan variant sangat melimpah: dari berbagai versi Wolverine, X-Men klasik, hingga tokoh-tokoh yang sudah lama tidak muncul di layar lebar. Semua cameo ditangani dengan cerdas—tidak hanya fanservice murahan, tapi sering jadi bahan lelucon atau momen emosional kecil. Adegan-adegan fight antara Deadpool dan Wolverine penuh kekerasan komedi yang brutal tapi sangat lucu, ditambah dialog cepat dan sarkastik yang jadi ciri khas Deadpool.
Chemistry Reynolds & Jackman yang Sangat Kuat: Review Film Deadpool & Wolverine: Multiverse Kocak Maksimal
Ryan Reynolds dan Hugh Jackman punya chemistry yang luar biasa—seperti dua sahabat lama yang saling benci tapi saling butuh. Reynolds sebagai Deadpool tetap liar, cerewet, dan tak kenal malu, sementara Jackman sebagai Wolverine versi baru (dengan kostum kuning ikonik) membawa sisi emosional yang lebih dalam setelah Logan (2017). Interaksi mereka penuh lelucon verbal yang tajam, pukulan fisik yang brutal, dan momen-momen kecil yang menyentuh—terutama di bagian akhir ketika keduanya harus menghadapi ancaman multiverse bersama. Cast pendukung juga sangat solid: Emma Corrin sebagai Cassandra Nova yang jahat tapi kocak, Matthew Macfadyen sebagai Paradox dari TVA, dan berbagai cameo yang membuat penonton terus terkejut. Semua elemen ini bekerja sama dengan sangat baik untuk menciptakan film yang terasa seperti pesta besar bagi penggemar Marvel dan Deadpool.
Kelemahan Cerita dan Pacing
Meski sangat menghibur, film ini punya kelemahan di cerita yang terasa agak tipis dan berantakan. Plot multiverse dan ancaman Cassandra Nova terasa seperti alasan saja untuk menyatukan Deadpool dan Wolverine—banyak yang bilang cerita cuma “kendaraan” untuk lelucon dan cameo. Babak tengah agak lambat karena terlalu banyak fokus pada dialog meta dan referensi, membuat beberapa adegan terasa repetitif. Bagi penonton yang tidak terlalu familiar dengan lore Deadpool atau MCU, beberapa lelucon bisa terasa membingungkan atau terlalu banyak. Ada juga kritik bahwa film ini terlalu bergantung pada nostalgia dan fanservice sehingga kurang punya kedalaman emosional seperti Logan atau bahkan Deadpool pertama. Endingnya juga terasa agak terburu-buru dan kurang memberikan penutupan yang memuaskan.
Respon Penonton dan Dampak
Penonton Indonesia menyambut sangat antusias—film ini laris manis di bioskop-bioskop besar, dengan banyak yang nonton berulang untuk menangkap lelucon dan cameo yang terlewat. Box office US$1,33 miliar menjadikannya salah satu film terlaris 2024 dan membuktikan bahwa R-rated superhero masih sangat laku. Di media sosial, klip Deadpool mengolok Disney, adegan “Like a Prayer”, dan berbagai cameo jadi viral dan dibagikan terus-menerus. Film ini juga berhasil membuka jalan baru bagi MCU fase 5–6 dengan memperkenalkan multiverse yang lebih liar dan humor yang lebih dewasa. Banyak yang bilang ini bukti bahwa Marvel masih bisa sukses besar kalau berani ambil risiko dan tidak terlalu serius.
Kesimpulan
Deadpool & Wolverine adalah sekuel yang berhasil jadi salah satu film paling kocak dan menghibur tahun 2025. Chemistry Ryan Reynolds dan Hugh Jackman sangat kuat, humor meta maksimal, cameo melimpah, dan visual action brutal tapi lucu membuat film ini layak ditonton berulang kali. Meski cerita agak tipis dan pacing tengah kadang lambat, film ini tetap jadi tontonan yang sangat fun dan penuh energi. Worth it? Sangat—terutama kalau kamu penggemar Deadpool, Wolverine, atau MCU yang ingin ketawa lepas. Kalau suka film seperti Deadpool 1 & 2, Guardians of the Galaxy, atau Spider-Man: No Way Home, ini wajib. Nonton kalau belum—siapkan tawa dan mata terbuka lebar untuk semua cameo. Multiverse memang kacau, tapi kali ini kacaunya sangat menyenangkan. Film ini berhasil membuktikan bahwa superhero bisa sangat lucu dan tetap epik sekaligus.

