review-film-elio-pixar-petualangan-luar-angkasa-2025

Review Film Elio Pixar: Petualangan Luar Angkasa 2025

Review Film Elio Pixar: Petualangan Luar Angkasa 2025. Film Elio yang tayang sejak Juni 2025 menjadi salah satu rilis Pixar paling dinanti tahun itu. Cerita berpusat pada Elio Solis, bocah 11 tahun yang merasa tak cocok di Bumi dan tiba-tiba “terpilih” oleh alien sebagai Duta Bumi. Dengan suara Yonas Kibreab sebagai Elio, Zoe Saldaña sebagai ibunya Olga, dan America Ferrera sebagai suara alien Ambassador Questa, film ini disutradarai Madeline Sharafian bersama Domee Shi dan Adrian Molina. Durasi 1 jam 39 menit dan budget sekitar US$200 juta, film ini sudah meraup lebih dari US$780 juta secara global hingga Januari 2026. Rating Rotten Tomatoes mencapai 87% dari kritikus dan 93% dari penonton, serta CinemaScore A. Apakah petualangan luar angkasa ini berhasil jadi tontonan keluarga yang hangat dan imajinatif, atau terasa biasa saja di antara karya Pixar lainnya? REVIEW FILM

Kekuatan Visual dan Imajinasi yang Kaya Dari Film Elio Pixar: Review Film Elio Pixar: Petualangan Luar Angkasa 2025

Visual Pixar sekali lagi jadi bintang utama. Dunia alien Communiverse digambarkan penuh warna cerah, bentuk geometris aneh, dan detail yang memukau—planet dengan lautan kristal, kota mengambang, dan makhluk luar angkasa yang unik tapi tetap lucu. Desain karakter alien terasa segar: Ambassador Questa yang berbentuk seperti ubur-ubur bercahaya, atau kru Communiverse yang beragam spesies, semuanya punya ekspresi hidup dan gerakan yang ekspresif. Adegan penerbangan Elio melintasi galaksi, pertemuan dengan berbagai spesies, dan momen “dance party antargalaksi” terasa megah di layar lebar. Animasi rambut Elio, air mata, dan efek cahaya luar angkasa dibuat sangat halus. Musik Christophe Beck dan lagu tema “We Are the Universe” yang dinyanyikan oleh karakter utama jadi pendukung emosional yang kuat—terutama di adegan akhir yang bikin banyak penonton terharu.

Performa Suara dan Pesan yang Menyentuh di Film Elio Pixar: Review Film Elio Pixar: Petualangan Luar Angkasa 2025

Yonas Kibreab sebagai Elio membawa suara anak yang polos tapi penuh rasa ingin tahu—ia berhasil buat penonton ikut merasakan kesepian dan keberanian Elio. Zoe Saldaña sebagai Olga beri nuansa ibu tunggal yang tegar tapi penuh kasih, sementara America Ferrera sebagai Questa bawa energi hangat dan bijak yang pas untuk alien “ibu galaksi”. Cerita berfokus pada tema identitas, rasa tak diterima, dan pentingnya merasa “rumah” di mana pun kita berada. Elio yang merasa tak cocok di Bumi akhirnya belajar bahwa “keluarga” bukan cuma darah, tapi orang-orang yang menerima dirinya apa adanya—pesan yang relevan untuk anak-anak dan orang dewasa. Humornya ringan dan pintar—ada lelucon visual soal alien yang tak paham budaya Bumi, dan momen awkward Elio di “sekolah antargalaksi”. Emosi akhirnya terasa tulus tanpa berlebihan, khas Pixar yang selalu berhasil bikin penonton terharu.

Kelemahan dan Perbandingan dengan Karya Pixar Lain

Meski kuat secara visual dan emosional, film ini punya kelemahan di pacing dan orisinalitas. Babak tengah terasa agak lambat karena terlalu banyak pengenalan dunia alien dan subplot kecil yang tak terlalu penting. Cerita “anak tersesat di dunia asing” sudah sering muncul di Pixar (Lilo & Stitch, Wall-E, Luca), sehingga terasa kurang segar bagi yang sudah nonton banyak film mereka. Beberapa penonton bilang villain-nya (alien antagonis yang ingin “hapus” Bumi) kurang berkembang dan terlalu kartunish. Dibandingkan Inside Out 2 yang sangat inovatif atau Elemental yang punya visual unik, Elio terasa lebih “aman” dan kurang berani ambil risiko besar.

Respon Penonton dan Dampak

Penonton Indonesia menyambut hangat—film ini laris di bioskop keluarga, dengan banyak orang tua yang bilang cocok untuk anak usia 7–12 tahun karena pesan positifnya. Box office US$780 juta (dengan proyeksi akhir US$950 juta–1,1 miliar) tunjukkan sukses komersial besar. Di media sosial, klip Elio “dance party” dengan alien dan momen emosional dengan ibunya jadi viral. Film ini juga bantu buka diskusi soal rasa tak diterima dan pentingnya empati di kalangan anak muda. Pixar kembali bukti mereka jagonya bikin cerita keluarga yang universal dan menyentuh. Sekuel belum diumumkan, tapi film ini jadi penutup yang manis untuk era Pixar pasca-pandemi.

Kesimpulan

Elio adalah petualangan luar angkasa yang hangat, imajinatif, dan penuh pesan positif. Visual megah, performa suara menyentuh, dan tema penerimaan diri bikin film ini layak ditonton keluarga. Meski pacing tengah agak lambat dan cerita kurang orisinal dibanding karya Pixar terbaik, film ini tetap jadi tontonan yang menyenangkan dan emosional. Worth it? Sangat—terutama kalau kamu punya anak kecil atau suka cerita tentang “merasa rumah” di tempat yang tak terduga. Nonton kalau belum—siapkan tisu untuk momen akhir yang hangat dan mata untuk visual luar angkasa yang indah. Pixar masih bisa bikin kita percaya pada keajaiban, bahkan di era sekarang. Petualangan ini layak dapat tempat di hati keluarga!

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *