Review Film Red One: Aksi Santa Claus. Red One yang rilis secara teatrikal pada November 2024 (internasional 6 November, AS 15 November) dan kemudian tayang di Prime Video Desember 2024, menjadi salah satu film liburan paling ambisius tahun itu. Disutradarai Jake Kasdan dan dibintangi Dwayne Johnson serta Chris Evans, film berdurasi sekitar 123 menit ini menyajikan aksi petualangan bertema Natal dengan Santa Claus yang diculik. Johnson berperan sebagai kepala keamanan Kutub Utara, sementara Evans sebagai pemburu bayaran sinis. Dengan skala besar, efek visual mewah, dan cast bertabur bintang termasuk J.K. Simmons sebagai Santa yang bugar, film ini berusaha menggabungkan semangat liburan dengan formula action blockbuster. Meski mendapat respons kritis yang beragam—banyak yang menyebutnya kurang magis—film ini tetap jadi tontonan menghibur bagi keluarga yang mencari aksi ringan bertema Natal. BERITA TERKINI
Sinopsis dan Alur Cerita: Review Film Red One: Aksi Santa Claus
Cerita berpusat pada Callum Drift (Dwayne Johnson), kepala keamanan MORA (Mythological Oversight and Restoration Authority) di Kutub Utara. Callum, yang mulai kehilangan keyakinan pada misi Natal karena banyaknya orang di daftar Naughty List, berniat pensiun setelah pengiriman hadiah terakhir. Namun, rencana berantakan ketika Santa Claus (J.K. Simmons) diculik oleh kelompok yang dipimpin penyihir musim dingin Grýla (Kiernan Shipka). Penculikan ini didahului oleh hacker Jack O’Malley (Chris Evans) yang tanpa sengaja menjual informasi lokasi Santa.
Callum terpaksa bekerja sama dengan Jack, sosok sinis yang baru saja “menjual” Santa demi uang. Mereka menjelajahi berbagai lokasi dunia—dari toko mainan hingga pantai eksotis—untuk menyelamatkan Santa sebelum malam Natal berakhir. Alur mengikuti pola buddy action klasik: konfrontasi awal penuh gesekan, pelatihan dan petualangan bersama, hingga klimaks penyelamatan. Ada elemen mitologi modern—Santa dilatih fisik seperti atlet, rusa bisa teleport, dan dunia penuh makhluk legenda—tapi fokus utama tetap pada aksi kejar-kejaran, pertarungan, dan upaya menyelamatkan Natal. Pesan tentang kebaikan dan semangat liburan diselipkan, meski terasa agak dipaksakan di tengah ledakan dan efek CGI.
Performa Aktor dan Produksi: Review Film Red One: Aksi Santa Claus
Dwayne Johnson tampil sesuai karakter khasnya: kuat, tegas, tapi punya sisi lembut yang perlahan muncul. Ia membawa energi fisik tinggi ke adegan aksi, terutama saat berlatih Santa atau bertarung. Chris Evans sebagai Jack memberikan kontras bagus—sarkastis, egois, tapi punya arc penebusan yang menyenangkan. Chemistry keduanya jadi salah satu daya tarik, meski kadang terasa kurang dalam.
J.K. Simmons sebagai Santa yang bugar dan tangguh memberikan sentuhan unik dan lucu, sementara Kiernan Shipka sebagai antagonis dingin, Lucy Liu sebagai direktur MORA, serta pemeran pendukung lain seperti Nick Kroll menambah warna. Produksi terlihat mahal: visual megah dengan CGI rusa teleportasi, set Kutub Utara yang detail, dan adegan aksi global yang rapi. Musik liburan dan efek spesial mendukung nuansa Natal, meski beberapa kritikus menyebut palet warnanya terlalu mencolok dan kurang hangat.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan terbesar Red One adalah konsepnya yang segar: Santa sebagai figur action hero di dunia mitologi modern, ditambah aksi yang menghibur dan humor ringan. Penonton yang mencari hiburan keluarga Natal dengan elemen blockbuster akan menikmati petualangannya yang cepat dan visual spektakuler. Respons penonton umumnya positif, dengan banyak yang menyebutnya menyenangkan untuk musim liburan.
Di sisi lain, film ini sering dikritik karena terasa kosong dan kurang magis. Plotnya predictable, chemistry buddy pair kadang lemah, dan pesan Natal terasa dipaksakan di tengah aksi berlebih. Beberapa menyebutnya terlalu panjang dan lebih mirip iklan franchise daripada cerita liburan tulus, membuatnya terasa seperti produk korporat daripada karya penuh hati.
Kesimpulan
Red One adalah aksi liburan yang ambisius dan menghibur, cocok sebagai tontonan santai bersama keluarga di musim Natal. Dwayne Johnson dan Chris Evans berhasil membawa energi positif ke layar, didukung konsep unik Santa yang tangguh dan visual mewah. Meski bukan film terbaik tahun ini—banyak yang merasa kurang greget dan terlalu bergantung pada formula—ia tetap punya pesona tersendiri sebagai hiburan ringan bertema liburan. Jika Anda ingin sesuatu yang penuh aksi, tawa kecil, dan semangat Natal tanpa terlalu serius, Red One layak dicoba, terutama di Prime Video. Ini bukti bahwa terkadang film besar dengan bintang besar saja sudah cukup untuk membuat musim liburan lebih ceria.
