Review Film Someone Great. Film Someone Great tetap menjadi salah satu rom-com paling relatable dan menyentuh hati di kalangan penggemar genre hingga kini, dengan cerita tentang Jenny, seorang jurnalis musik yang baru saja putus dari hubungan sembilan tahun tepat sebelum pindah ke San Francisco untuk pekerjaan impiannya, lalu memutuskan menghabiskan satu hari terakhir di New York bersama dua sahabat terbaiknya dalam petualangan liar penuh tawa, air mata, dan refleksi. Film ini bukan rom-com biasa yang berfokus pada pencarian pasangan baru, melainkan perayaan persahabatan perempuan yang kuat, proses healing dari patah hati, serta transisi ke fase hidup baru di akhir usia 20-an. Chemistry antara tiga pemeran utama terasa hangat dan autentik, ditambah soundtrack pop yang energik serta visual New York yang cerah, membuatnya terasa seperti surat cinta untuk persahabatan dan self-growth. Di tengah tren romansa yang sering berakhir dengan happy couple, film ini menonjol karena keberaniannya menunjukkan bahwa kadang “someone great” justru adalah teman-teman yang selalu ada, menjadikannya comfort watch ideal bagi yang sedang melalui perubahan besar dalam hidup. BERITA BOLA
Alur Cerita yang Emosional dan Penuh Kehangatan: Review Film Someone Great
Alur cerita berpusat pada satu hari terakhir Jenny di New York setelah putus dengan Nate, mantan pacar yang memutuskan tidak siap menjalani hubungan jarak jauh, sehingga dia mengajak sahabatnya Erin dan Blair untuk petualangan epik yang mencakup pesta, obat-obatan ringan, konser musik, serta momen intim yang membuka luka lama sekaligus menyembuhkannya. Flashback singkat ke hubungan Jenny-Nate menunjukkan bagaimana cinta mereka yang dulu manis perlahan pudar karena perbedaan arah hidup, bukan karena pengkhianatan dramatis, membuat putusnya terasa sangat realistis dan menyakitkan tapi juga dewasa. Sepanjang hari, trio sahabat ini saling mendukung dalam menghadapi masalah pribadi masing-masing—Erin yang ragu mengakui perasaannya pada pasangan, Blair yang terjebak dalam hubungan tanpa gairah—sehingga cerita tidak hanya tentang Jenny tapi juga tentang bagaimana persahabatan menjadi jangkar saat segalanya berubah. Pacing tetap ringan meski ada momen sedih, dengan klimaks emosional yang manis di konser akhir, di mana Jenny belajar melepaskan masa lalu dan merangkul masa depan, meninggalkan rasa puas yang hangat tanpa terasa terlalu cheesy.
Karakter yang Relatable dan Chemistry yang Kuat: Review Film Someone Great
Jenny menjadi karakter utama yang sangat mudah disukai karena digambarkan sebagai perempuan ambisius tapi rentan, yang berjuang menyeimbangkan karir impian dengan rasa kehilangan cinta panjang, membuat penonton ikut merasakan campuran excitement dan heartbreak-nya. Erin dan Blair melengkapi trio dengan kepribadian berbeda—Erin yang bold dan suportif, Blair yang lebih praktis tapi punya sisi lembut—sehingga interaksi mereka terasa seperti persahabatan nyata penuh ejekan lucu, dukungan tulus, serta momen rentan yang membuat chemistry antar ketiganya menjadi salah satu kekuatan terbesar film. Nate sebagai mantan muncul melalui flashback dan konfrontasi akhir dengan cara yang tidak villainous, menunjukkan bahwa putus bisa terjadi karena pertumbuhan berbeda tanpa ada yang salah besar. Karakter pendukung seperti teman-teman lama atau orang di pesta menambah warna tanpa mengganggu fokus utama, sementara penampilan keseluruhan cast berhasil menyampaikan emosi kompleks—dari euforia pesta hingga kesedihan diam—dengan natural dan tulus, membuat penonton merasa seperti bagian dari lingkaran pertemanan mereka.
Elemen Romansa, Humor, dan Pesan Positif yang Mendalam
Romansa di film ini bukan tentang menemukan cinta baru, melainkan merefleksikan hubungan lama dan belajar mencintai diri sendiri, dengan momen flashback yang manis kontras dengan kenyataan putus, serta akhir yang empowering di mana Jenny memilih dirinya sendiri daripada mengejar mantan. Humor muncul dari situasi konyol seperti pesta berantakan, obrolan absurd antar sahabat, serta adegan dansa dan nyanyi bersama yang energik, ditambah soundtrack yang sempurna mengiringi setiap mood—dari lagu-lagu empowering hingga sentimental. Pesan tentang kekuatan persahabatan perempuan, pentingnya melepaskan apa yang tak lagi cocok, serta transisi ke usia 30-an dengan penuh harapan disampaikan secara halus tapi kuat, tanpa terasa preachy, sementara representasi beragam dalam cast dan cerita terasa natural dan inklusif. Visual cerah New York, arahan yang dinamis, serta nada yang seimbang antara lucu dan emosional membuat film ini terasa segar dan autentik, meski mengikuti beberapa trope genre tapi dieksekusi dengan hati.
Kesimpulan
Someone Great berhasil menjadi rom-com yang lebih dari sekadar hiburan ringan, dengan fokus pada healing, persahabatan, dan self-love yang membuatnya terasa relevan dan menyentuh bagi banyak orang, terutama yang pernah mengalami putus atau perubahan besar dalam hidup. Chemistry kuat antar sahabat, cerita emosional yang realistis, serta pesan positif tentang merangkul masa depan menjadikannya tontonan yang hangat dan empowering, meski tidak sempurna dalam orisinalitas. Film ini cocok untuk maraton akhir pekan atau saat butuh pengingat bahwa teman-teman terbaik sering jadi “someone great” yang paling dibutuhkan. Jika mencari romansa yang tak biasa—di mana akhir bahagia bukan tentang pasangan baru tapi tentang diri sendiri—ini adalah pilihan tepat yang meninggalkan senyum dan sedikit haru, membuktikan bahwa kadang melepaskan adalah langkah terindah menuju pertumbuhan.
