Review Film The Dropout: Kebangkitan dan Kejatuhan Theranos. The Dropout (2022) tetap menjadi salah satu miniseries paling menarik dan relevan hingga kini, terutama setelah kasus Theranos kembali menjadi perbincangan di kalangan startup dan dunia medis. Serial delapan episode karya Hulu ini mengisahkan perjalanan Elizabeth Holmes—pendiri Theranos—dari mahasiswi dropout Stanford yang penuh mimpi hingga terdakwa penipuan bernilai miliaran dolar. Amanda Seyfried memerankan Elizabeth dengan sangat meyakinkan: ambisius, karismatik di permukaan, tapi rapuh dan penuh tekanan di baliknya. Serial ini tidak hanya menceritakan skandal teknologi terbesar abad ini, tapi juga mengupas psikologi ambisi, tekanan gender di Silicon Valley, dan bagaimana satu kebohongan bisa membesar menjadi monster yang menelan jutaan orang. BERITA BOLA
Sinopsis dan Alur Cerita: Review Film The Dropout: Kebangkitan dan Kejatuhan Theranos
Cerita dimulai tahun 2003 ketika Elizabeth Holmes (Amanda Seyfried), mahasiswi Stanford berusia 19 tahun, memutuskan drop out untuk mendirikan Theranos. Ia meyakini bisa merevolusi dunia medis dengan alat tes darah yang hanya butuh beberapa tetes darah dari jari—bukan jarum suntik besar. Dengan visi besar dan kemampuan presentasi yang luar biasa, Elizabeth berhasil mengumpulkan ratusan juta dolar dari investor kelas berat seperti Rupert Murdoch, Betsy DeVos, dan Walgreens.
Serial ini mengikuti dua garis waktu: masa kejayaan Theranos di mana Elizabeth dikelilingi pujian sebagai “Steve Jobs versi wanita”, dan masa kejatuhan ketika kebohongan terungkap. Alur bergerak lambat tapi tegang, menunjukkan bagaimana Elizabeth dan mantan pacarnya Sunny Balwani (Naveen Andrews) memalsukan demo teknologi, menekan karyawan, dan membungkam kritik. Titik klimaks terjadi ketika jurnalis Wall Street Journal John Carreyrou (Ebon Moss-Bachrach) mulai menggali fakta, dan akhirnya Elizabeth divonis penjara pada 2022. Serial ini tidak terlalu banyak menampilkan angka-angka, melainkan fokus pada emosi: ambisi yang membutakan, rasa takut ketahuan, dan kehancuran kepercayaan.
Performa Aktor dan Produksi: Review Film The Dropout: Kebangkitan dan Kejatuhan Theranos
Amanda Seyfried memberikan penampilan terbaik dalam kariernya sebagai Elizabeth Holmes. Ia berhasil menangkap suara rendah khas Holmes, bahasa tubuh kaku, dan tatapan mata yang intens—semuanya tanpa terasa seperti imitasi murahan. Naveen Andrews sebagai Sunny Balwani sangat menyeramkan: dingin, manipulatif, dan setia buta pada Elizabeth. Pemeran pendukung juga kuat: Bill Irwin sebagai ayah Elizabeth yang naif, Utkarsh Ambudkar sebagai karyawan yang mulai curiga, dan Elizabeth Marvel sebagai wartawan yang gigih.
Produksi terasa sangat rapi: sinematografi dingin dan steril mencerminkan ruang laboratorium Theranos yang penuh rahasia, sementara musik latam minimalis meningkatkan rasa tegang tanpa mengganggu dialog. Setiap episode terasa seperti babak baru dalam tragedi Yunani—kebangkitan, hybris, dan kehancuran—tapi dikemas dalam gaya thriller korporat modern.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan terbesar The Dropout adalah cara serial ini menjelaskan skandal tanpa terlalu banyak jargon teknis. Penonton diajak memahami bagaimana satu ide yang terdengar mustahil bisa menarik miliaran dolar hanya karena orang-orang ingin percaya. Amanda Seyfried membuat Elizabeth terasa manusiawi—bukan monster, tapi seseorang yang terjebak dalam kebohongannya sendiri. Serial ini juga pintar mengkritik budaya Silicon Valley: “fake it till you make it” yang berubah menjadi penipuan besar-besaran.
Di sisi lain, beberapa subplot (terutama tentang karyawan biasa) terasa kurang dieksplorasi karena fokus utama pada Elizabeth. Pace di beberapa episode tengah agak lambat, dan akhir cerita terasa sedikit terburu-buru karena terikat fakta nyata. Bagi yang sudah mengikuti kasus Theranos dari awal, serial ini tidak menawarkan banyak fakta baru, tapi tetap berhasil membuat penonton merinding melihat bagaimana semuanya bisa terjadi.
Kesimpulan
The Dropout adalah serial yang cerdas, mencekam, dan sangat relevan—mengisahkan kebangkitan dan kejatuhan Elizabeth Holmes dengan cara yang membuat penonton terus bertanya: bagaimana bisa satu orang menipu begitu banyak orang pintar selama bertahun-tahun? Amanda Seyfried membawa karakter yang kompleks dan mengganggu, didukung produksi rapi serta naskah yang tajam. Serial ini bukan sekadar cerita tentang penipuan teknologi, melainkan tentang ambisi yang membutakan, tekanan gender di dunia startup, dan bahaya ketika orang-orang terlalu ingin percaya pada mimpi besar. Bagi penggemar true crime, drama korporat, atau siapa saja yang penasaran dengan salah satu skandal terbesar abad ini, The Dropout sangat layak ditonton ulang. Ini bukan tentang teknologi yang gagal—ini tentang manusia yang gagal mengendalikan ambisinya sendiri
